01 Juli 2013

Antivirus, Antibakteri, Antimikroba, dan Antijamur

Amat jarang ada satu jenis obat yang memiliki empat fungsi sekaligus, sebagai antivirus, antibakteri, antimikroba, dan antijamur. Vidarabine dan Acyclovir misalnya, kedua jenis obat itu hanya berfungsi sebagai antivirus saja, tidak berfungsi sebagai antijamur. Ketoconazoie hanya menjadi antijamur saja, tidak bisa menjadi antibakteri. Hal yang harus diperhatikan, semua obat-obatan tersebut memiliki efek samping negatif terhadap tubuh jika digunakan dalam jangka panjang atau dikonsumsi melebihi dosis. Perhatikan saja peringatan yang biasanya dicantumkan dalam kemasan tiap obat: “Tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui”, artinya obat tersebut dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi oleh ibu hamil atau janinnya. Sementara, kita membutuhkan satu jenis obat yang memiliki semua fungsi dan tidak memiliki efek samping negatif bagi tubuh. Jus Tahitian Noni adalah solusi pengobatan penyakit tanpa efek samping negatif. Tahitian Noni telah mendapatkan paten untuk fungsi antivirus, antibakteri, antimikroba, serta antijamur dan sangat aman bagi tubuh atau tidak memiliki efek samping negatif walau digunakan dalam jangka panjang dan melebihi takaran umumnya. Kalau obat-obatan biasa tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, Jus Tahitian Noni justru dianjurkan untuk dikonsumsi. Berikut ini kita bahas paten-patennya. 



23. Antibakteri dan Antijamur 
Jus Tahitian Noni mengandung etanol, metanol, dan etil asetat yang telah terbukti memilki aktifitas antibakteri ketika diuji melawan bakteri seperti Staphylococcus aureus (penyebab penyakit seperti bisul, jerawat, pneumonia, meningitis, dan arthritits) dan Escherichia coli tipe O157:H7 (penyebab keracunan makanan atau diare berdarah karena verotoksin), serta jamur patogen seperti Candida albicans (penyebab penyakit kandidiasis) dan Tricophytum mentagrophytes (jamur yang menginfeksi kulit). Paten ini dapat dilihat di sini: WO/2003/099310 

24. Menghambat Pertumbuhan Jamur dan Mikroba 
Dalam beberapa penelitian tentang efek letal, antialergi, netralisasi toksin/antigen, antiinflamasi, dan induksi respon imun Tahitian Noni terhadap mikroba, hasilnya menunjukkan bahwa Tahitian Noni dapat mencegah, menghambat, serta membunuh jamur atau bakteri patogen. Hal ini dapat ditujukan pada terapi imunokompromis, terapi infeksi jamur/bakteri, dan aplikasi sistem pertanian organik. Patennya dapat dilihat di sini: USPTO 7,048,952

25. Mengobati Kandidiasis 
Candida albicans adalah spesies cendawan patogen dari golongan deuteromycota. Spesies cendawan ini merupakan penyebab infeksi oportunistik yang disebut kandidiasis pada kulit, mukosa, dan organ dalam manusia. Beberapa karakteristik dari spesies ini berbentuk seperti telur (ovoid) atau sferis dengan diameter 3-5 ┬Ám dan dapat memproduksi pseudohifa. Spesies C. albicans memiliki dua jenis morfologi, yaitu bentuk seperti khamir dan bentuk hifa. Selain itu, fenotipe atau penampakan mikroorganisme ini juga dapat berubah dari berwarna putih dan rata menjadi kerut tidak beraturan, berbentuk bintang, lingkaran, bentuk seperti topi, dan tidak tembus cahaya. Cendawan ini memiliki kemampuan untuk menempel pada sel inang dan melakukan kolonisasi. 

Di dalam tubuh, Candida akan dikontrol oleh bakteri baik agar tetap berada dalam jumlah yang rendah dan seimbang. Bakteri baik dalam tubuh akan bekerja dengan cara memakan Candida. Sayangnya, antibiotik, pil pengontrol kehamilan, kortison, alkohol, sebagian besar makanan junk food, dan kemoterapi akan membunuh bakteri menguntungkan dalam tubuh (probiotik) sehingga menyebabkan jumlah Candida tidak terkendali. Saat pertumbuhannya berlebihan, Candida akan mengkolonisasi saluran pencernaan, berubah menjadi jamur, dan membentuk struktur seperti akar yang disebut rizoid. Struktur rizoid dapat menembus mukosa atau dinding usus, membuat lubang berukuran mikroskopik, dan menyebabkan racun, partikel makanan yang tidak tercerna, serta bakteri dan khamir dapat masuk ke alam aliran darah. Kondisi tersebut disebut sebagai sindrom kebocoran usus (leaky gut syndrome). Kebocoran pada dinding usus akan menyebabkan khamir seperti Candida dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh, seperti mulut, sinus, tenggorokan, saluran reproduksi, jantung, dan kulit. 

Candida dapat memproduksi etanol (alkohol) yang memiliki efek intoksifikasi dalam darah bila kadarnya terlalu tinggi. Etanol tersebut dihasilkan dengan cepat ketika Candida memiliki sumber makanan berupa gula putih dan beberapa produk tepung lainnya. Di dalam kondisi yang akut, etanol diproduksi berlebihan hingga hati (liver) tidak dapat mengoksidasi dan mengeliminasinya. Selain itu, Candida juga dapat menyebabkan masalah menstrual dan hipotiroid. Candida dapat memproduksi hormon estrogen palsu sehingga tubuh menangkap sinyal bahwa produksi estrogen sudah mencukupi dan harus produksi hormon tersebut dihentikan. Masalah lainnya adalah pengiriman sinyal ke tiroid yang membuat produksi tiroksin dihentikan. 

Untuk mengatasi Candida, dapat dilakukan empat hal, yaitu membunuh khamir, mengurangi atau membatasi penggunaan antibiotik dan obat imunosupresif, diet atau pengurangan makanan yang dibutuhkan Candida untuk berkembang, menyeimbangkan dan meningkatkan sistem imun tubuh dengan penemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh secara tepat. Salah satu cara terbaik untuk mengontrol Candida dalam tubuh melalui diet makanan adalah menghindari konsumsi segala jenis gula, tepung putih, minuman beralkohol, jamur, acar, makanan hasil fermentasi, kacang kering, keripik kentang, pretzel, junk food, bacon, daging babi hasil penggaraman, daging dan segala jenis keju. 

Tahitian Noni dapat menghambat dan mencegah pertumbuhan jamur kandida, serta mengatasi kandidiasis atau gejala yang sejenisnya. Kandidiasis sangat berbahaya untuk penderita kanker, leukemia/kandidiasis hepatosplenik, dan kandidiasis endokarditis. Tahitian Noni juga dapat diaplikasikan untuk menurunkan risiko kandidiasis pada pasien yang menjalani terapi hormonal, kortikosteroid, kontrasepsii tinggi estrogen, terapi kanker atau HIV, diabetes, gangguan endokrin, tiroid serta infeksi via plasenta. Paten ini dapat dilihat di sini: USPTO 7,014,873 

26. Menjadi Imunomodulator pada Sel T 
Imunomodulasi adalah pengaturan atau penyesuaian respon imun di dalam tubuh sehingga mencapai tingkat yang dikehendaki. Sementara pengertian imunomodulator adalah obat atau bahan yang memiliki efek pada respon imun untuk melakukan imunomodulasi. Imunomodulator berfungsi meningkatkan kekebalan spesifik dan non-spesifik. Jika tubuh diserang benda asing (antigen), yang pertama kali akan memberikan respon adalah sistem pertahanan bawaan atau biasa disebut kekebalan non spesifik. Sistem kekebalan ini terdiri dari pertahanan fisik mekanik, modifikasi epitel, pertahanan kimiawi, dan pertahanan seluler. Pertahanan seluler adalah proses fagositosis di dalam sel. Proses ini meliputi aktifitas membunuh, menghancurkan, dan mengeliminasi benda asing dari tubuh. Sel yang berperan dalam proses fagositosis adalah sel makrofag dan mikrofag. Kekebalan spesifik melibatkan sel-sel limfoid, yaitu sel limfosit T dan sel limfosit B (sel T dan sel B). Sel limfoid dibentuk oleh organ limfoid. Organ ini berfungsi sebagai tempat interaksi limfosit dengan antigen. 

Tahitian Noni bekerja sebagai imunomodulator alami. Sebagai imunomodulator, Tahitian Noni akan mempercepat proses pematangan sel-sel yang berperan dalam respon imun terutama sel T. Selain itu, Tahitian Noni juga akan meningkatkan proses proliferasi sel, terutama sel-sel makrofag dan limfosit, sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat. Pada akhirnya, semakin banyak antigen yang diproses dan antibodi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, Tahitian Noni sangat efektif digunakan untuk proses penyembuhan penyakit seperti HIV/AIDS dan kanker sekaligus meningkatkan resistensi tubuh terhadap serangan penyakit. Paten ini dapat dilihat di sini: WO/2009/032851 

27. Antivirus 
Virus adalah parasit intrasel yang tidak bisa bereplikasi sendiri, tetapi harus menggunakan sel inang. Kuatnya ikatan antara replikasi virus dan metabolisme sel inang membuat para peneliti sulit sekali menemukan obat yang mampu secara selektif hanya menyerang virus. Antivirus adalah agen yang membunuh virus dengan menekan kemampuan untuk replikasi, serta menghambat kemampuan untuk menggandakan dan memperbanyak diri. Misalnya, Amantadine (Symmetrel) adalah sintesis antivirus yang bekerja menghambat multiplikasi virus influenza A. Obat ini dapat mengurangi gejala influenza, tetapi bila dikonsumsi dalam jangka panjang atau melebihi dosis dapat membahayakan fungsi hati dan ginjal. Tahitian Noni berbeda dengan obat-obatan biasa. Selain efektif dalam menghambat, mengatasi, dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan kelebihan enzim Katepsin, Peptidase HIV-1 dan enzim NF-kB, jus Tahitian Noni sangat aman bagi hati dan ginjal, bahkan lebih dari itu, Tahitian Noni justru akan meningkatkan kesehatan hati, ginjal, serta semua organ vital tubuh. Paten ini dapat dilihat di sini: WO/2007/064601 

28. Menghambat Pertumbuhan Organisme Anaerob, Bakteri Gram-Negatif, Protozoa, dan Mikroba lainnya 
Organisme anaerob adalah organisme yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh. Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan mikroskop. Proses pewarnaan Gram merupakan prosedur penting dalam klasifikasi bakteri. Bakteri gram-negatif (seperti E. coli) memiliki sistem membran ganda yang membran plasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan yang terletak di antara membran dalam dan membran luarnya. Banyak spesies bakteri gram-negatif yang bersifat patogen, yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram-negatif, terutama lapisan lipopolisakarida (dikenal juga dengan LPS atau endotoksin). Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah. Iridoid yang terkandung di dalam jus Tahitian Noni menjadi bioaktif yang sangat efektif dalam menghambat pertumbuhan organisme anaerob, bakteri gram-negatif, protozoa, dan mikroba lainnya yang bersifat patogen. Paten ini dapat dilihat di sini: WO/2009/006565 

29. Berperan sebagai Nutrasetikal terhadap penyakit HIV/AIDS dan otoimun 
Nutrasetikal adalah bahan yang memberikan manfaat medis, termasuk mencegah atau mengobati penyakit. Nutrasetikal terdiri atas herbal, suplemen, dan minuman nutrasetikal. Herbal dapat berbentuk bumbu dapur, sayuran, dan buah-buahan. Suplemen berupa vitamin dan mineral. Minuman nutrasetikal meliputi air jahe, kunyit asam, beras kencur, air kacang hijau, susu kedelai, gula aren, dan Tahitian Noni. Untuk mendapatkan nutrasetikal dalam bentuk yang mudah diperoleh dan dikonsumsi, Anda cukup mengonsumsi Tahitian Noni. Tahitian Noni bisa menjadi sumber simplisia, yakni bahan alami yang belum mengalami pengolahan apa pun, selanjutnya digunakan sebagai obat karena berkhasiat bagi penyembuhan. Dalam praktik pengobatan AIDS dan otoimun, Tahitian Noni dapat berfungsi sebagai biointelijen dalam proses penyembuhan imunokompromis. Selain dapat meningkatkan energi dan melindungi sel atau jaringan, Tahitian Noni juga dapat mengurangi efek samping dari obat medis/sintetis dan mendatangkan efikasi yang optimal. Semua pasien yang diterapi dengan Tahitian Noni 94.59 % mengalami peningkatan perbaikan gejala klinik dan kualitas hidup. Paten ini dapat dilihat di sini: USPTO 7.604,823

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar